Rabu, 16 November 2016

Kronologi Berbagai Peristiwa Penting Baik di Tingkat Pusat Maupun Daerah dalam Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

KRONOLOGI BERBAGAI PERISTIWA PENTING BAIK DI TINGKAT PUSAT MAUPUN DAERAH DALAM USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Dalam mempertahankan kemerdekaan indonesia terjadilah  peristiwa-peristiwa baik di ingkat pusat maupun daerah.peristiwa-peristiwa tersebut di antaranya bandung lautan api,puputan margana,peristiwa weserling di makassar,dan serangan umum 1 maret 1949.
1.bandung lautan api
Pada tanggal 17 oktober 1945 pasukan sekutu  mendarat di bandung.Pada waktu para pemuda dan pejuang di kota bandung sedang gencar-gencarnya merebut senjata dan kekuasaan dari tangan jepang. Oleh sekutu,senjata dari hasil pelucutan tentara jepang supaya diserahkan kepadanya. Bahkan pada tanggal 21 november 1945, sekutu mengeluarkan ultimatum agar kota bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak indonesia paling lambat tanggal 29 november 1945 dengan alasan untuk menjaga keamanan. Oleh para pejuang, ultimatum tersebut tidak diindahkan sehingga sejak saat itu sering terjadi insiden dengan pasukan-pasukan sekutu.
Sekutu mengulangi ultimatumnya pada tanggal 23 maret 1946  yakni agar TRI meninggalkan kota bandung. Dengan adanya ultimatum ini, pemerintah Republik Indonesia di jakarta menginstrugasikan agar TRI mengosonkan kota bandung,akan tetapi dari markas TRI di yogyakarta menginstrugasikan agar kota bandung tidak dikosongkan.Akhirnya,para pejuang bandung meninggalakan kota bandung walaupun dengan berat hati.sebelum meninggalkan kota bandung terlebih dahulu para pejuang Republik Indonesia menyerang ke arah kedudukan-krdudukan sekutu sambil membumihanguskan kota bandung bagian selatan. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan bandung lautan api.





2.puputan margarana
Salah satu isi perundingan linggajati pada tanggal 10 november 1946 adalah bahwa belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi sumatera,jawa dan madura.selanjutnya belanda harus sudah meinggalkan daerah de facto paling lambat tanggal 1 januari 1949.
Pada tanggal 2 dan 3 maret 1949 belanda mendaratkan pasukannya kurang lebih 2000 tentara di bali,ikut pula tokoh-tokoh yang memihak Belanda.Pada waktu itu letnan kolonel I Gusti Ngurah Rai komandan Reisman Nusa Tenggara sedang pergi ke Yogyakarta untuk mengadakan konsultasi dengan markas tertinggi TRI.
Sementara itu perkembangan  politik di pusat pemerintahan Republik Indonesia kurang menguntungkan akibat perundingan Linggajati dimana Bali tidak di akui sebagai bagian wilayah Republik Indonesia.Rakyat Bali merasa kecewa terhadap isi perundingan ini.Lebih-lebih ketika Belanda membujuk Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai diajak membentuk Negara Indonesia Timur. Ajakan tersebut di tolak dengan tegas oleh I Gusti Ngurah Rai, Bahkan dijawab dengan perlawanan bersenjata.
Pada tanggal 18 November 1946 I Gusti Ngurah Rai memperoleh kemenangan dalam penyerbuan ke tangsi NICA di Tabanan.  Kemudian Belanda mengerahkan seluruh kekuatan di Bali dan Lombok untuk mengahadapi perlawanan rakyat Bali  ini. Pertempuran hebat  terjadi pada tanggal 29 November 1946 di Margarana,sebelah Utara Tabanan. Karena  kalah dalam persenjataan maka pasukan Ngurah Rai dapat dikalahkan.I Gusti Ngurah  Rai mengobarkan perang “puputan“ atau habis-habisan demi membela Nusa dan Bangsa.Akhirnya Gusti Ngurah Rai beserta anak buahnya gugur sebagai kusuma bansa.







3.peristiwa westerling di makassar
Sebagai gubernur suawesi selatan  yang diangkat tahun 1945,  Dr.G.S.S.J.Ratu Langie melakukan aktivitasnya dengan membentuk Pusat Pemuda Nasional Indonesia.(PPNI).Organisasi yangbertujuan untuk menampung aspirasi pemuda, ini pernahdipimpin oleh Manai Sophian.
Sementara itupada bulan Desember 1946 Belanda mengirimkan pasukan ke Sulawesi Selatan di bawah pimpinan Raymond Westerling. Kedatangan pasukan ini untuk “membersihkan” daerah Sulawesi Selatan dari pejuang-pejuang Republikk dan menumpas perlawanan rakyat yang menentang terhadap pembentukan Negara Indonesia Timur.
Di daerah ini pula, pasukan australia  yang diboncengi NICA mendarat kemudian membentuk pemerintahan sipil. Di makassar karena belanda melakukan usaha memecah belah rakyat maka tampillah pemuda- pemuda pelajar seperti A. Rivai, Paersi, dan Robert Wolter monginsidi melakukan perlawanan dengan merebut tempat- tempat strategis yang di  kuasai NICA. Selanjutnya untuk menggerakkan perjuangan di bentuklah laskar pemberontak indonesia sulawesi ( LAPRIS ) dengan tokoh- tokohnya Ranggong Daeng Romo, Makkaraeng Daeng D jarung, dan Robert Wolter Monginsidi sebagai sekertaris jendralnya.
Sejak tanggal 7- 25 desember 1946 pasukan Westerling secara keji membunuh beribu- ribu rakyat yang tidak berdosa. Pada tanggal 11desember 1946 belanda menyatakan sulawesi dalam keadaann perang dan hukum militer. Pada waktu itu Raymond Westerling mengadakan aksi pembunuhan massal di desa- desa yang mengakibatkan sekitar 40 ribu orang tidak berdosa menjadi korban kebiadaban.







4. Serangan umum 1 Maret 1949
Ketika belanda melancarkan agresi militernya yang ke-2 pada bulan desember 1948 ibu kota RI yogyakarta  jatuh pada tangan belanda. Presiden soekarno dan wakil presiden Moh. Hatta beserta sejumlah menteri di tawan oleh belanda. Belanda menyatakan bahwa RI telah runtuh. Namun di Luar perhitungan belanda pada saat yang krisis ini terbentuklah pemerintah darurat republik indonesia ( PDRI )di bukit tinggi, sumatera barat. Di samping itu sri sultan hameng kubuono IX sebagai kepala daerah istimewa yogyakarta tetap mendukung RI sehingga masyarakat yogyakarta juga memberikan dukungan kepada RI.
Pimpinan TNI di bawah jendral sudirman yang sebelumnya telah menginstrusikan kepada semua komandan TNI melalui surat perintah siasat No. 1 Bulan November 1948 isinya antara lain
(1)   memberikan kebebasan kepada setiap komandan untuk melakukan serangan terhadap posisi militer belanda
(2)   memerintahkan kepada setiap komandan untuk membentuk kantong – kantong pertahanaan ( wehrkreise ) dan
(3)   memerintahkan agar semua kesatuan TNI yang berasal dari daerah pendudukan untuk segera meninggalkan yogyakarta untuk kembali ke daerahnya ( seperti devisi siliwangi harus kembali ke jawa barat ), jika belanda menyerang yogyakarta. Untuk pertahanan daerah yogyakarta dan sekitarnyadi serakan sepenuhnya kepada pasukan TNI yakni brigade 10 di bawah Letkol Soeharto.
Dengan adanya agresi militer belanda maka dalam beberapa minggu kesatuan TNI dan kekuatan bersenjata lainnya terpencar- pencar dan tidak terkoodinasi. Namun para pejuang mampu melakukan komunikasi melalui jaringan radio, telegram maupun para kurir.
Bersamaan dengan upaya konsolidasi dibawah PDRI,TNI,melakukan serangan secacra besar-besaran terhadap posisi belanda di Yogyakarta.serangan ini dilakukan pada tanggal 1 Maret 1949 dipmpin olrh  Letkol Soeharto.Sebelum serangan dilakukan,terlebih dahulu meminta persetujuan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai kepalaDerah Istimewa Yogyakarta.Serangan umum  ini dilakukan dengan mengkonsentrasikan pasukan dari sektor barat (Mayor Ventje Samual), Selatan dan Timur (Mayor Sarjono) dan Sektor kota (Lethnan Amir Murtono dan Letnan Madsuki).serangan umu ini membawa hasil yang memuaskan sebab para pejuang dapat menguasai kota Yogyakarta selama 6 jam yaknijam 06.00 sampai jam 12.00.
Berita serangan umum ini disiarkan di RRI yang sedang bergerilya di daerahGunung Kidul,yang dapat ditangkap RRI di Sumatera,Selanjutnya dari Sumatera berita itu disiarkaan ke Yangoon dan India.Keesokan harinya peristiwa itu juga dilapotrkan oleh R.Sumardi ke PDRIdibukittinggi melalui Radiogram dan jugadisampaikan pula kepada Maramis.(Diplomat RI di New Delhi,India) dan L.N.Palar (Diplomat RI di New York,Amerika Serikat).
Serangan Umum 6 jam di Yogyakarta ini mempunyai arti penting yaitu sebagai berikut:
*      kedalam : - Meningkatkan semangat para pejuang RI ,dan juga secara tidak        langsung memengaruhii sikap para pemimpin negara federal buatan Belanda yang tergabung dalam BFO.
-          Mendukung perjuangan secara Diplomasi,yakni Serangan Umum ini berdampak adanya perubahan sikap pemerintah Amerika Serikat yang semula mendukung Belanda selanjutnya menekan kepada pemerintah Belanda agar melakukan perundingan dengan RI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar