Latar Belakang Terjadinya Perjuangan Mengembalikan Irian Barat
"Sedumuk bathuk senyari bumi" inilah pepatah orang Jawa dalam mempertahankan hak atas tanahnya, demikian juga terhadap wilayah Irian Barat yang masih dikuasai Belanda maka bangsa Indonesia berjuang sampai titik darah penghabisan untuk merebut Irian Barat dari Kolonial Belanda.
Masih ingatkah kalian tentang Konferensi Meja Bundar (KMB) ? Salah satu keputusan KMB menyatakan bahwa status Irian Barat akan ditunda setahun sesudah pengakuan kedaulatan. Namun dari keputusan ini terjadi perbedaan penafsiran antara pihak Indonesia dengan Belanda. Pihak Indonesia menafsirkan setahun setelah KMB, Belanda akan menyerahkan Irian Barat sedangkan Pihak Belanda menafsirkan bahwa masalah Irian Barat akan diselesaikan dengan cara perudingan. Setahun setelah pengakuan kedaulatan, ternyata tidak ada titik terang mengenai status Irian Barat. Itulah sebabnya bangsa Indonesia dengan berbagai upaya terus berjuang untuk merebut Irian Barat.
Masih ingatkah kalian tentang Konferensi Meja Bundar (KMB) ? Salah satu keputusan KMB menyatakan bahwa status Irian Barat akan ditunda setahun sesudah pengakuan kedaulatan. Namun dari keputusan ini terjadi perbedaan penafsiran antara pihak Indonesia dengan Belanda. Pihak Indonesia menafsirkan setahun setelah KMB, Belanda akan menyerahkan Irian Barat sedangkan Pihak Belanda menafsirkan bahwa masalah Irian Barat akan diselesaikan dengan cara perudingan. Setahun setelah pengakuan kedaulatan, ternyata tidak ada titik terang mengenai status Irian Barat. Itulah sebabnya bangsa Indonesia dengan berbagai upaya terus berjuang untuk merebut Irian Barat.
Dalam perjuangan merebut Irian Barat ditempuh beberapa jalur :
- JALUR DIPLOMASI / PERUNDINGAN
2. Pada tahun 1954 Indonesia mengajukan masalah Irian Barat
dalam sidang PBB.
Namun mengalami kegagalan karena tidak memperoleh dukungan yang kuat.
3. Memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda pada tanggal 17 Agustus
1960.
- JALUR KONFRONTASI / PERLAWANAN
- Jalur Politik
dikukuhkan dalam UU No. 13 tahun 1956.
2. 17 Agustus 1956 pemerintah Indonesia membentuk Pro insi Irian Barat dengan
ibu kotanya Soa Siu.
3. Pada tanggal 4 Januari 1958 pemerintah membentuk Front Nasional Pembebasan
Irian Barat (FNPBI) untuk mengerahkan masa dalam upaya pembebasan Irian
Barat.
2. Jalur Ekonomi
Upaya yang dilakukan : 1. Nasionalisasi de Javasche bank menjadi bank Indonesia tahun 1951.
2. Pemerintah Belanda melarang maskapai penerbangan Belanda (KLM)
melakukan penerbangan dan pendaratan di wilayah Indonesia.
3. Pemerintah Indonesia melarang terbitan berbahasa Belanda.
4. Pemogokan buruh secara total pada perusahaan Belanda di Indonesia yang
memuncak pada tanggal 2 Desember 1957.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar